Makalah Metodologi Penelitian Kualitatif



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Data kualitatif sangat mengutamakan proses dan makna (perspektif subjek), sehingga peneliti banyak menggunakan data langsung dari sumber utama (objek yang diteliti) biasanya disebut dengan data primer. Namun, tidak menutup kemungkinan digunakan sumber data lain untuk menunjang penelitian. Kedudukan sumber data disini ditempatkan sesuai dengan kebutuhan sipeneliti, misalnya sipeneliti melakukan wawancara dengan nasabah wakaf tunai di lembaga keuangan syariah nasabah diisi dapat menjadi sumber data primer, namun bisa juga menjadi sumber data sekunder. Namun, dalam teori jenis dan sumber data diklasifikasikan lagi ke dalam klasifikasi berdasarkan cara memperoleh, sumber dan waktu.
Pada penelitian kualitatif sulit untuk menetapkan sumber dan jenis data, yang pasti sebagai tempat memperoleh data, hal ini disebabkan data yang akan dikumpulkan dalam penelitian kualitatif menggunakan teknik trianggulasi, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sehingga ketitik jenuh peneliti sehingga, data yang akan diperoleh nanti akan sangant bervariasi. Untuk itu, hal ini menjadi yang menjadi kesulitan peneliti dalam memperoleh, dan menentukan waktu, biaya, dan tenaga dalam penelitian kualitatif.

B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka, rumusan masalah yang akan dibahas ialah:
1.     Sumber dan jenis data penelitian kualitatif
2.     Menetapkan sumber dan jenis data kualitatif


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sumber dan Jenis Data
Data (datum) artinya sesuatu yang diketahui, sekarang diartikan sebagai informasi yang diterimanya tentang suatu kenyataan atau fenomena empiris, wujudnya dapat merupakan seperangkat ukuran (kuantitatif, berupa angka-angka) atau berupa kata-kata (verbalize atau kualitatif). Keberadaanya dapat dilisankan dan ada yang tercatat. (Juliansyah, 2015, p. 137) Beberapa sumber membagi sumber data sebagai berikut:
1.     Menurut sifatnya secara umum data dibagi menjadi dua yaitu:
a.      Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang berupa pendapat atau judgement sehingga tidak berupa angka, melainkan berupa kata atau kalimat. (Suliyanto, 2009, p. 134)
b.     Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan. (Suliyanto, 2009, p. 135)
2.     Berdasarkan cara memperoleh, yaitu:
a.      Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama. Contoh: anda akan melakukan riset tentang tingkat kepuasan nasabah pada suatu bank. kemudian membuat kuesioner yang digunakan untuk memperoleh tanggapan nasabah bank tentang pelayanan di bank tersebut. Dengan demikian, data yang anda peroleh disebut data primer. Kelebihan data primer adalah data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan peneliti. Kelemahan data primer adalah cara mendapatkan data, biasanya relatif lebih sulit dan memerlukan biaya yang lebih mahal. (Suliyanto, 2009, p. 131)
Data ini dapat berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sample dalam penelitiannya. (Sarwono J. , 2006, p. 209)
Data kualitatif adalah apa yang dikatakan oleh orang-orang yang diajukan seperangkat pertanyaan oleh peneliti. Apa yang orang-orang katakan itu menurut Patton merupakan sumber utama data kualitatif, apakah apa yang mereka katakan diperoleh secara verbal melalui suatu wawancara atau dalam bentuk tertulis melalui analisis dokumen, atau respons survei. Lebih konkret lagi, Patton mengatakan bahwa pada dasarnya data kualitatif itu terdiri atas petikan-petikan dari orang-orang dan deskripsi tentang situasi, peristiwa, dan interaksi. Tujuan data ini adalah untuk memahami sudut pandang dan pengalaman orang lain. neuman mengungkapkan hal senada bahwa data adalah dalam bentuk kata-kata, termasuk kutipan-kutipan atau deskripsi peristiwa-peristiwa khusus. Selanjutnya, Neuman mengetengahkan bahwa data kualitatif itu adalah dalam bentuk teks, kata-kata tertulis, frase-frase, atau simbol-simbol yang mendeskripsikanatau mempresentasikan orang-orang, tindakan-tindakan, dan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sosial. (Ahmadi, 2014, hal. 108)
b.     Sumber Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diterbitkan atau digunakan oleh organisasi yang bukan pengolahnya. Contoh: kita akan meneliti pengaruh pendapatan terhadap konsumsi masyarakat di Jawa tengah. Kita tidak mungkin melakukan survei untuk mendapatkan data tersebut karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya sehingga data tentang pendapan dan konsumsi masyarakat dilihat pada buku Jawa tengah dalam angka yang diterbitkan oleh BPPS. Kelebihan data sekunder adalah biaya yang diperlukan untuk mendapatkan relatif lebih mudah. Kelemahannya, data sekunder sering kali tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan karena sudah dalam bentuk publikasi dan data sekunder dari sumber yang berbeda kerap memberikan informasi yang berbeda juga. Misalnya, data jumlah tingkat pengangguran menurut BPPS berbeda dengan data yang dikeluarkan oleh Depnaker. (Suliyanto, 2009, p. 132)
Data sekunder berupa data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat atau mendengarkan. Data ini biasaynya berasal dari data primer yang sudah diolah. Pada pokoknya data kualitatif dapat berupa apa saja termasuk kejadian atau gejala yang tidak menggambarkan hitungan, angka atau kuantitas. (Sarwono J. , 2006, pp. 209-210)
3.     Berdasarkan sumbernya
Data diperoleh dari berbagai sumber, yang harus dapat dipercaya sehingga validitas data yang dikumpulkan dapat dipertanggung jawabkan, berikut pembagiannya:
a.      Data internal
Data internal adalah data yang berasal dari dalam instansi mengenai kegiatan lembaga dan untuk kepentingan instansi itu sendiri. data internal biasanya berupa catatan akuntansi, laporan keuangan, keadaan karyawan, laporan perpajakan. (Suliyanto, 2009, pp. 132-133)
b.     Data eksternal
Data eksternal adalah data yang berasal dari luar instansi. Data ini diperlukan apabila data internal tidak cukup untuk menganalisis permasalah yang ada. Data eksternal biasanya bersifat makro dan sudah diterbitkan oleh pihak-pihak lain. (Suliyanto, 2009, p. 133)




4.     Berdasarkan waktu
a.      Data time series
No
Tahun
Biaya Promosi
Penjualan
(dalam Jutaan Rp.)
1
1998
2.8
240 unit
2
1999
2.5
200 unit
3
2000
2.75
210 unit
4
2001
2.8
250 unit
5
2002
3.14
260 unit
6
2003
2.95
245 unit
7
2004
3.2
265 unit
Data time series adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu pada satu obyek denga tujuan menggambarkan perkembangan. (Suliyanto, 2009, p. 133) contoh:













b.     Data cross section
Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada satu waktu tertentu pada beberapa obyek dengan tujuan menggambarkan keadaan. (Suliyanto, 2009, pp. 133-134) contoh:
No
Perusahaan
Biaya Promosi
Penjualan
(dalam Jutaan Rp.)
1
Mustika
2.8
240 unit
2
Mandalai
2.5
200 unit
3
Usaha Karya
2.75
210 unit
4
Kiat
2.8
250 unit
5
Eka
3.14
260 unit
6
Enggal
2.95
245 unit
7
Mandiri
3.2
265 unit

B.    Cara Menetapkan Sumber dan Jenis Data

Kualitas hasil riset akan sangat bergantung pada kualitas data yang akan diolah. Data berkualitas rendah akan menghasilkan riset yang berkualitas rendah pula, bahkan dapat memberikan informasi yang keliru bagi pemakai. Oleh karena itu, data yang dipakai dalam riset haruslah data yang baik. Data yang baik sangat dipengaruhi oleh instrumen riset dan teknik pengambilan datanya. (Suliyanto, 2009, p. 130)
Peneliti, dalam proses penelitian kualitatif, menghabiskan waktunya cukup lama dalam tata situasi (setting) penelitian, apakah mereka berada di lingkungan keluarga, sekolah, rumah tangga, dan tempat-tempat tertentu saat data yang berhubungan dengan penelitian tersebut dikumpulkan. Meskipun, beberapa peneliti menggunakan alat bantu dalam mengumnpulkan data, data yang dikumpulkan perlu ditunjang oleh pemahaman yang mendalam tentang makna data-data yang diperoleh. Materi yang direkam kemudian dikaji ulang oleh peneliti dengan melibatkan wawasan pribadinya dengan instrumen kunci untuk menganalisisnya. Penelitian kualitatif melibatkan tata situasi tertentu untuk suatu studi karena sifatnya berkaitan dengan konteks.
Peneliti menganggap bahwa tingkah laku dan perbuatan dapat dimengerti dengan baik apabila perbuatan ini diamati langsung dalam tata situasi pada tempat peristiwa itu terjadi. Tata situasi ini harus dipahami dalam konteks sejarah institusinya, lingkungan yang membentuknya, yang merupakan bagian dari tata situasi itu sendiri. peneliti kualitatif membasiskan diri pada asumsi bahwa prilaku manusia sangat dipengaruhi oleh tata situasi tempat prilaku itu terjadi sehingga ada keharusan baginya untuk terjun langsung pada situasi peristiwa itu terjadi. (Danim, 2002, pp. 60-61)
Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan, seperti orang mau piknik, sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju, tetapi tentu belum tahu pasti apa yang ditempat itu. (Sugiyono, 2017, p. 19) Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan terus-menerus sampai datanya jenuh. Data yang diperoleh umumnya adalah data kualitatif (walalupun tidak menolak data kuantitatif), sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada pola yang jelas. Oleh karena itu, sering mengalamin kesulitan dalam melakukan analisis. Seperti dinyatakan oleh Miles dan Huberman, bahwa yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah karena, metode analisis belum dirumuskan dengan baik. (Sugiyono, 2017, p. 243)
Data penelitian yang dikumpulkan bersifat deskriptif. Peneliti mengumpulkan data dan mencatat fenomena yang terkait langsung atau tidak langsung dengan fokus penelitian. Karakteristik ini berimplikasi pada data yang terkumpul, yaitu cenderung berupa kata-kata atau uraian deskriptif, tanpa mengabaikan data berbentuk angka-angka. (Kuntjojo, 2009, hal. 52) Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data yang dibutuhkan, dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis, yaitu dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi. (Kuntjojo, 2009, hal. 15)
Proses memperoleh data atau informasi pada setiap tahapan (deskripsi, reduksi, seleksi) tersebut dilakukan secara sirkuler, berulang-ulang dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber. Dalam setiap proses pengumpulan data dilakukan melalui lima tahan.
1.     Setelah peneliti memasuki objek penelitian atau sering disebut sebagai situasi sosial (yang terdiri atas, tempat, aktor/pelaku/orang-orang, dan aktivitas), peneliti berfikir apa yang akan ditanyakan:
2.     Setelah berfikir apa yang akan ditanyakan, maka selanjutnya peneliti bertanya pada orang yang dijumpai pada tempat tersebut.
3.     Setelah pertanyaan diberi jawaban, peneliti akan menganalisis apakah jawaban yang diberikan itu betul atau tidak.
4.     Kalau jawaban atau pertanyaan dirasa betul, maka dibuatlah kesimpulan
5.     Apakah kesimpulan yang telah dibuat itu kredibel atau tidak. Untuk memastikannya, maka peneliti harus masuk lapangan lagi, mengulangi pertanyaan dengan cara dan sumber yang berbeda, tetapi tujuan sama. Kalau kesimpulan telah diyakini memiliki kredibilitas tinggi, maka pengumpulan data dinyatakan selesai. (Sugiyono, 2017, pp. 20-22)


BAB III
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan cara memperoleh sumber dan jenis data terbagi dua yaitu:
1.     Sumber data Primer,
2.     Sumber data sekunder
Sedangkan, berdasarkan berdasarkan sumbernya, sumber dan jenis data terbagi dua yaitu:
1.     Sumber data internal
2.     Sumber data eksternal
Berdasarkan waktu terbagi juga menjadi dua yaitu:
1.     Data time series
2.     Data cross section.
Pada dasarnya dalam penelitian kualitatif menggunakan teknik triangulasi dimana peneliti lebih dahulu mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, sehingga silut untuk menentukan secara baku sumber data apa yang akan digunakan dalam penelitian.






  DAFTAR KEPUSTAKAAN
Ahmadi, R. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Danim, S. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Juliansyah, N. (2015). Motodologi Penelitian. Jakarta: Kencana.
Kuntjojo. (2009). Metodologi Penelitian. Kediri: Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sugiyono. (2017). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan, R&D. Bandung: Alfabeta.
Suliyanto. (2009). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset


Komentar